CaRa CePaT KaYa DaRi InTeRnEt

Selasa, 13 Juni 2017

Tekhnik Bermain Yang Salah

Sn infoya bat umum dan 

acne



PENDAHULUAN
     Pada umumnya, hampir semua manusia pernah mengalami problem jerawat dimasa remaja hingga dewasa mudanya. Pada sebagian besar orang, masalah ini tidak begitu serius dan sangat mudah diatasi. Namun bagi sebagian lainnya penyakit ini menjadi sangat parah dan sangat sulit untuk disembuhkan. Jerawat seolah menjadi momok yang menakutkan, yang sangat mempengaruhi kondisi kejiwaan penderitanya. Penyakit ini dapat menjadi suatu hambatan mental yang sangat besar, yang akan mempengaruhi segala sisi kehidupan secara negatif. Jika jerawat menjadi sangat parah dan tidak kunjung sembuh setelah melakukan berbagai macam pengobatan, maka penderitanya cenderung akan menjadi sosok yang tidak percaya diri dalam pergaulan di kehidupan sosialnya sehari-hari.
     Bila hal ini terjadi, maka tentunya akan terjadi penurunan kualitas kehidupan pada penderitanya. Segala aktivitas yang memerlukan adanya kontak dengan orang lain akan terasa tidak nyaman, karena takut akan munculnya ejekan, rasa kasihan, maupun kritikan pedas dari orang-orang lain yang merasa sok tahu tentang bagaimana cara merawat kulit yang sebenarnya agar bisa terhindar dari jerawat.
     Jerawat merupakan salah satu penyakit yang paling bandel dan sangat sulit untuk diobati, karena sumber penyebab utamanya adalah kelainan genetis yang diwariskan turun menurun dari generasi sebelumnya. Hal ini sangat bertolak belakang dengan pandangan yang ada di masyarakat luas bahwa penyebab utama timbulnya jerawat adalah kulit yang kotor serta makanan yang banyak mengandung lemak. Seperti kita ketahui, hampir semua penyakit yang diakibatkan oleh kelainan gen sangat sulit untuk diobati oleh dunia kedokteran modern.










BAB 2
JENIS-JENIS DAN PENYEBAB JERAWAT

     Secara garis besar ada 3 jenis jerawat yang dapat tumbuh di wajah kita. Berikut diurutkan dari yang paling ringan hingga yang paling parah:
1. KOMEDO
     Merupakan suatu jenis jerawat ringan yang disebabkan dari tersumbatnya pori-pori kulit oleh minyak yang berlebihan. Minyak tersebut akhirnya menggumpal dan mengeras menutupi pori-pori kulit, membentuk serat-serat halus berwarna hitam di permukaan, dan putih di pangkalnya. Pada umumnya komedo terjadi di sekitar daerah T (hidung dan di atas alis), dimana kelenjar minyak di daerah ini sangat aktif bekerja.
2. JERAWAT NASI
     Jerawat ini dapat terjadi di seluruh bagian wajah. Cirinya yang paling mudah dikenali adalah berukuran kecil, dan jika sudah matang akan Nampak mata nanah yang berwarna putih kecil dan tampak seperti nasi. Pada umumnya jerawat tidak menimbulkan bekas yang terlalu jelas dan permanen setelah sembuh.
3. JERAWAT BATU
     Ini adalah jenis jerawat yang paling parah, paling sulit disembuhkan, dan memiliki daya rusak yang sangat besar pada jaringan kulit jika penanganannya keliru. Jerawat batu berukuran besar (sebesar butiran kacang tanah atau lebih besar lagi), bahkan bisa tampak seperti bisul. Biasanya berisi nanah dalam jumlah yang sangat banyak
(dalam kasus tertentu nanah yang dihasilkan bisa mencapai 5 ml / 1 sendok teh).
     Jika nanah tidak dapat dikeluarkan dengan sempurna, jerawat dapat mengeras dan membentuk jaringan seperti tumor kecil, yang tentunya memerlukan tindakan pembedahan ringan oleh Dokter Spesialis Kulit. Setelah sembuh, jerawat jenis ini yang paling besar kemungkinannya meninggalkan bekas lubang di wajah seperti terkena cacar air.
     Sebelum mengobati suatu penyakit, biasanya dokter atau para ahli kesehatan akan mencari dulu penyebab munculnya penyakit tersebut. Setelah ditemukan penyebabnya, maka pengobatan suatu penyakit tentunya akan menjadi lebih mudah.
     Jerawat merupakan suatu penyakit yang multi kompleks sehingga terkadang sangat sulit untuk diobati. Secara medis dapat dijelaskan berbagai macam faktor yang menjadi penyebab munculnya jerawat, diurut dari penyebab paling utama hingga pendukungnya sebagai berikut:
1. GEN / KETURUNAN
     Ini merupakan penyebab utama bagi orang yang menderita jerawat parah dan sulit diobati. Jika salah satu dari orang tua kita adalah penderita jerawat parah, maka resiko kita untuk menderita jerawat parah menjadi 80% lebih tinggi. Terkadang gen jerawat ini tidak diturunkan langsung dari orang tua ke anaknya. Terkadang gen ini menurun pada generasi ke 2, ke 3 atau ke 4.
     Jadi jika anda menderita jerawat parah, padahal kedua orang tua anda tidak berjerawat, maka gen jerawat tersebut tentunya anda dapatkan dari kakek/nenek, atau buyut, atau nenek moyang anda. Pada umumnya seseorang yang memiliki gen jerawat parah, kulitnya akan cenderung berminyak. Minyak yang berlebih inilah yang akan menjadi salah satu media bagi suburnya perkembang biakan bakteri penyebab jerawat.
2. STRESS / TEKANAN EMOSIONAL DAN FISIK
     Banyak penyakit yang dipicu dan diperparah oleh Stress, jerawat adalah salah satunya. Khusus dalam penyakit jerawat, Stress memiliki tanggung jawab terbesar nomor 2 setelah Gen yang mengakibatkan munculnya jerawat secara terus menerus, menjadi parah, dan semakin parah serta sulit diobati. Menurut berbagai penelitian terbaru, seseorang yang memiliki gen jerawat parah, namun dapat mengontrol tingkat stressnya, akan dapat mengurangi proses munculnya jerawat, serta mempercepat proses penyembuhan jerawat yang sudah ada.
     Sementara jika orang yang sama tidak bisa mengontrol tingkat stressnya, maka proses pengobatan jerawat akan menjadi jauh lebih sulit dan jerawat akan muncul terus menerus. Pepatah mati satu tumbuh seribu akan berlaku bagi pasien yang selalu dilanda stress berat. Secara singkat dapat dijelaskan, pasien yang mengalami stress berat, maka kelenjar minyak di kulitnya akan menjadi semakin aktif, tingkat absorbsi / penyerapan oksigen pada tubuh dan kulitnya menjadi sangat rendah, dan kemampuan tubuhnya untuk melawan mikro organisme berbahaya  akan menurun, sehingga bakteri penyebab jerawat akan dapat berkembang biak dan beraksi lebih aktif. Stress dapat dipicu dari dalam (secara emosional), maupun dari luar (secara fisik).
3. HORMON
     Pada umumnya jerawat mulai muncul pada saat seseorang menginjak usia remaja, dimana dalam usia ini hormon2 dalam tubuh manusia akan mengalami peningkatan kuantitas dalam proses masa transisi antara anak-anak menjadi manusia dewasa. Peningkatan hormon ini akan mempengaruhi keadaan emosi seseorang. Emosi yang tidak stabil akan menimbulkan stress akut yang akan berefek semakin meningkatkan jumlah hormon testosteron yang dikeluarkan oleh kelenjar adrenalin, dimana hormon testosteron merupakan salah satu pemicu utama meningkatnya kadar minyak pada kulit. Perubahan dan peningkatan jumlah hormon dalam tubuh juga akan terjadi menjelang dan pada saat seorang wanita menstruasi. Meningkatnya emosi secara intens dan timbulnya jerawat biasa terjadi pada wanita dalam periode ini.
4. BAKTERI P. ACNE
     Bakteri merupakan penyebab nomor 4 yang paling bertanggung jawab atas kemunculan jerawat anda. Bakteri P. Acne hidup di dalam kelenjar minyak di bawah lapisan kulit, bersifat Anaerob / hidup dalam lingkungan yang tidak memiliki oksigen. Stress yang berat dan dalam jangka waktu yang panjang akan membuat seluruh tubuh kita, termasuk kulit mengalami defisit / kekurangan oksigen, sehingga     merupakan lingkungan yang cocok bagi bakteri ini untuk tumbuh dengan suburnya. Stress berat juga akan merangsang aktifitas kelenjar minyak di bawah lapisan kulit, sehingga merupakan suatu kombinasi lingkungan yang sangat tepat untuk perkembang biakan bakteri P. Acne. (kelenjar minyak yang berlebih dan tidak adanya oksigen pada jaringan sel-sel kulit).
5. KULIT YANG KOTOR
     Seseorang yang memiliki jerawat parah sering mendapat cemoohan  dari orang-orang di sekitarnya sebagai orang jorok yang tidak bisa menjaga kebersihan. Selain cemooh, penderita jerawat juga akan mendapat nasehat gratis dari orang-orang sok pintar agar rajin mencuci wajahnya beberapa kali sehari. Tentunya sangat menyakitkan bukan  jika anda dicap sebagai orang jorok? Padahal pada kenyataannya anda sangat rajin membersihkan dan mencuci wajah anda.
     Kulit wajah yang terlalu kotor memang rentan memicu timbulnya jerawat. Secara teori dapat dijelaskan bahwa kulit yang kotor akan menjadi media yang sangat pas bagi bakteri penyebab jerawat untuk berkembang biak, karena pori-pori kulit tertutu, sehingga jaringan dalam kulit akan sulit mendapatkan oksigen dari udara. Oleh sebab itu, cucilah wajah anda dengan sabun khusus wajah yang sesuai dengan jenis kulit 2-3 kali sehari (penelitian terbaru menemukan bahwa mencuci wajah terlalu sering justru akan memperluas peradangan jerawat). Tapi pada faktanya, kulit yang bersih pun tidak akan mengurangi kemunculan jerawat jika anda memang pada dasarnya memiliki gen jerawat parah, dan memiliki tingkat stress yang tinggi.
     Sementara orang-orang yang tidak memiliki gen jerawat, biarpun mereka tidak pernah mencuci wajahnya selama 10 tahun (seperti orang-orang gila yang berkeliaran di jalan-jalan), jerawat tidak akan pernah muncul di wajahnya. Jadi anggap saja orang-orang yang mencemooh bahwa anda orang jorok adalah orang gila, oke?”,
     Penggunaan produk kosmetik yang berlebihan juga bisa menimbulkan jerawat, karena akan menyumbat pori-pori kulit. Oleh karenanya disarankan bagi wanita untuk tidak meggunakan kosmetik secara berlebihan, dan wajib untuk mencuci wajah hingga bersih dari segala kosmetik pada malam hari menjelang tidur.
6. ALERGI MAKANAN
     Makanan tertentu sering dijadikan kambing hitam bagi penyebab munculnya jerawat di wajah kita. Seringkali kita mendengar paradigma yang umum berkembang di masyarakat, bahwa telur, kacang, susu, coklat, dan makanan berminyak / berlemak merupakan sumber utama penyebab jerawat. Banyak orang yakin bahwa lemak berlebih yang terdapat dalam makanan, akan membuat kulit menjadi lebih berminyak sehingga jerawat pun akan tumbuh. Tahukah anda bahwa anggapan ini tidak lebih hanya sekedar mitos belaka? Menurut penelitian terbaru, tidak ada hubungan atau korelasi yang jelas antara mengkonsumsi makanan berlemak dengan munculnya jerawat.
     Ada pandangan keliru lainnya yang menyamakan jerawat dengan alergi makanan. Perlu anda ketahui bahwa alergi pada kulit yang berasal dari makanan, pada umumnya memiliki gejala gatal-gatal dan ruam kemerahan, seperti terkena ulat bulu. Jadi bukan berbentuk bisul yang meradang dan bernanah. Alergi akan muncul seketika setelah anda menyantap makanan pemicunya.  Sementara jika anda tidak menyantap makanan tersebut, maka alergi anda tidak akan pernah muncul. Pada kasus jerawat, biarpun anda menjadi seorang vegetarian murni, hanya memakan sayuran dan makanan sehat lainnya, jika anda masih mengalami stress, maka jerawat pun pasti akan muncul dengan suburnya.
     Pada kasus tertentu memang dapat terjadi bahwa setelah anda mengkonsumsi makanan tertentu, maka langsung akan muncul jerawat atau bisul yang parah pada kulit anda. Menurut pengalaman saya, hal ini lebih diakibatkan dari keyakinan yang sangat kuat pada diri orang tersebut bahwa makanan tertentu akan menyebabkan jerawat baginya. Kekuatan pikiran dan keyakinan sangatlah kuat. Seringkali apa yang kita yakini dan fakta yang sebenarnya tidaklah sama. Dalam hal ini keyakinanlah yang akan menang dibandingkan dengan fakta. Dengan kata lain anda dapat menjadi alergi pada makanan tertentu jika anda benar-benar meyakini bahwa anda alergi dengan makanan tersebut. Keyakinan yang kuat ini akan memaksa tubuh anda untuk bereaksi sesuai dengan apa yang anda yakini, yaitu memunculkan simtom atau penyakit tertentu begitu anda memakan makanan tersebut.













BAB 2
MENGAPA PENGOBATAN JERAWAT SECARA
MEDIS DAN TRADISIONAL “GAGAL”?

     Jerawat merupakan salah satu penyakit yang sangat sulit disembuhkan, khususnya bagi orang-orang yang memiliki gen jerawat parah. Kemajuan dunia medis di jaman modern ini tampaknya tidak mampu berbuat terlalu banyak dalam mengobati jerawat. Banyak penderita yang telah berkali-kali mengunjungi dokter spesialis kulit dan ahli kecantikan, menggunakan berbagai macam obat baik minum maupun oles berupa masker, krim dan gel, serta melakukan perawatan wajah di klinik-klinik kecantikan yang modern dan terkenal, namun tidak ada perubahan berarti pada jerawatnya. Berbagai macam resep obat yang diberikan oleh dokter spesialis kulit tampaknya hanya bermanfaat untuk mempercepat proses pematangan dan pengeringan jerawat. Tapi tidak ada satu obat pun yang mampu mencegah munculnya kembali jerawat. Proses pengobatan yang demikian tentunya tidak berarti banyak, karena jika sebuah jerawat sembuh, akan  muncul jerawat baru lainnya tanpa bisa dicegah. Sehingga wajah pasien tidak akan pernah bisa bersih dari jerawat.
     Banyak pasien yang akhirnya merasa bosan dengan pengobatan medis modern karena merasa tidak mendapatkan hasil yang memuaskan, kemudian beralih mencari metode-metode pengobatan alternatif. Mulai  dari menggunakan berbagai macam masker dari bahan –bahan alami dan tumbuh-tumbuhan, misalnya masker kentang, jeruk nipis, tomat, daun sirih, putih telur, madu, belerang, dan lain sebagainya. Hingga meminum ramuan-ramuan yang dianggap mampu membersihkan darah kotor, mengurangi kadar minyak pada kulit dan anti bakteri, misalnya jamu sari temulawak, juice apel, juice anggur, dan lain sebagainya. Ada pula sebagian pasien yang meyakini bahwa jerawat diakibatkan dari mengkonsumsi makanan-makanan berlemak yang tidak sehat, melakukan diet ketat. Banyak diantaranya yang menjadi vegetarian murni, menghindari makan daging, susu, telur, kacang-kacangan dan coklat. Tapi sekali lagi hasil yang didapatkan juga tidak banyak berarti. Wajah mereka tetap dibumbuhi oleh jerawat, bagai langit malam yang berhiaskan triliunan  bintang.
     Pada orang yang memiliki gen jerawat parah, pada umumnya jerawat mereka akan mulai berkurang secara alami ketika mereka berusia sekitar 30 tahun. Namun bukan berarti jerawat ini akan sembuh total, melainkan hanya berkurang, faktanya di atas umur 40 tahun pun jerawat masih dapat muncul menghiasi kulit. Proses berkurangnya pertumbuhan jerawat ini diakibatkan karena semakin tua usia manusia, maka kelenjar minyaknya akan semakin berkurang keaktifannya, dimana kita ketahui bahwa kelenjar minyak merupakan lingkungan media tempat hidup dan berkembangnya bakteri penyebab jerawat.
     Jadi apakah kita harus pasrah menunggu usia kita 30 tahun lebih untuk mendapatkan wajah yang lebih bersih? Jika saat ini anda baru berusia 17 tahun, maka perjalanan anda dalam meniti karier sebagai manusia berjerawat masih harus menunggu waktu selama13 tahun lagi sebelum berakhir. Tentunya tidak, karena masih ada cara lain untuk menyembuhkan, atau paling tidak mengurangi jerawat yang menghiasi wajah anda. Cara atau tekhnik rahasia yang telah terbukti ini akan anda pelajari di bab berikutnya.
     Sekarang kita akan fokus membahas mengapa proses pengobatan secara medis maupun secara tradisional tampaknya tidak mampu untuk menyembuhkan jerawat parah yang kita alami? Jawabannya sangatlah sederhana. Proses pengobatan, baik secara medis maupun tradisional telah salah dalam memprioritaskan urutan penyebab jerawat. Seperti sudah anda pelajari dalam bab sebelumnya, bahwa secara medis telah ditemukan urutan sumber utama yang paling bertanggung jawab menyebabkan jerawat, dari yang memiliki peran primer hingga sekunder, adalah:
1. GEN / KETURUNAN
2. STRESS / TEKANAN EMOSIONAL DAN FISIK
3. HORMON
4. BAKTERI P. ACNE
5. KULIT YANG KOTOR
6. ALERGI MAKANAN
     Jika hendak mengobati suatu penyakit, kita harus terlebih dahulu mengetahui apakah faktor penyebab utama munculnya penyakit tersebut. Hanya setelah kita mengetahui apakah penyebab utama yang merupakan pemicu munculnya penyakit tersebut, maka kita dapat melakukan pengobatan yang tepat dan akurat. Jika kita berusaha mengobati penyakit bukan pada akar masalah utama yang menyebabkannya muncul, maka tentunya pengobatan akan sia-sia belaka. Ibaratnya kepala kita gatal, dan untuk menghilangkan gatal tersebut kita menggaruk-garuk pantat kita. Sebuah perbuatan yang sangat konyol.
     Kekonyolan ini tampaknya dilakukan secara umum dan luas dalam pengobatan jerawat, baik di dunia medis maupun pengobatan tradisional. Jika kita perhatikan 3 urutan sumber utama (primer) yang paling bertanggung jawab dari timbulnya jerawat adalah; “Pertama Gen / Keturunan, Kedua Stress / tekanan emosional dan fisik, dan yang ketiga adalah Hormon.” Ketiga hal inilah yang harus menjadi objek utama dalam usaha pengobatan jerawat parah. Ketiga hal inilah yang harus kita “garuk” untuk mengobati jerawat parah.
     Namun yang dilakukan oleh kalangan medis dan pengobatan alternatif adalah dengan “menggaruk” 3 penyebab pendukung (sekunder) timbulnya jerawat, yaitu;“Pertama Bacteri P. Acne, Kedua Kulit yang kotor, dan yang Ketiga alergi makanan.”
     Berikut adalah berbagai pengobatan jerawat yang telah terbukti gagal dan tidak efektif, karena objek pengobatannya adalah penyebab sekunder, bukan penyebab utama:

1. MEMBUNUH BAKTERI P. ACNE
     Tindakan pengobatan ini adalah prosedur paling umum yang dilakukan oleh praktisi dunia medis dan pengobatan alternatif dalam penyembuhan jerawat parah. Logika di balik tindakan ini adalah, jika bakteri P. Acne yang hidup dan berkembang biak dalam kelenjar minyak di bawah lapisan kulit mati, maka proses peradangan kulit dapat diminimalisir.
     Upaya untuk membunuh Bakteri P. Acne ini dapat dilakukan dari luar dengan menggunakan obat yang dioleskan pada kulit, maupun dari dalam dengan meminum obat antibiotik.
    Secara medis obat oles yang digunakan biasanya mengandung zat Benzoil Peroxide, dan sabun pembersih wajah yang memiliki zat anti bakteri. Sementara obat minum berupa berbagai macam antibiotik keras.
     Secara pengobatan alternatif tradisional, obat luar berupa tumbuh-tumbuhan yang memiliki zat asam yang tinggi, misalnya jeruk nipis, daun sirih, dan belerang, umumnya digunakan sebagai masker. Sedangkan obat minum yang digunakan umumnya adalah sari temulawak (dipercaya sebagai antibiotik dan pencuci hati), dan jus buah-buahan yang mengandung vitamin c, seperti apel, dan anggur (dipercaya dapat menormalkan kadar minyak yang berlebih dalam kulit).
     Jika anda adalah seorang penderita jerawat parah, dan pernah mencoba semua tekhnik-tekhnik pengobatan yang berupaya untuk membunuh Bakteri P. Acne ini tentunya anda akan mendapati kenyataan bahwa tindakan pengobatan ini sangat kurang memuaskan hasilnya.
     Efek pengobatan mungkin akan terasa selama beberapa hari atau beberapa minggu. Namun tidak selang beberapa waktu kemudian, tampaknya bakteri akan mengalami resistensi / kebal dengan pengobatan yang diberikan, efeknya, jerawat pun akan kembali muncul dengan suburnya.
     Tekhnik pengobatan dengan cara membunuh bakteri ini seringkali mengalami kegagalan disebabkan oleh sebuah faktor krusial dan sangat mendasar, yaitu “Selama kondisi kulit seseorang memiliki suatu karakteristik yang cocok bagi tumbuh dan berkembangnya bakteri P. Acne….. maka usaha apapun yang digunakan untuk membunuh bakteri akan menjadi tindakan yang tidak efektif….. karena setelah dibunuh berkali-kali….. dengan mudahnya bakteri akan dapat berkembang biak lagi dengan cepat dalam lingkungan yang mendukung kehidupannya tersebut.”
     Seperti yang telah dijelaskan, bahwa kondisi kulit yang mendukung kehidupan bakteri P. Acne adalah kondisi kulit yang kelenjar minyaknya aktif, dan mengalami kekurangan oksigen.
     Maka seharusnya upaya untuk penyembuhan harus ditujukan untuk mengurangi keaktifan kelenjar minyak kulit dan menambah kadar oksigen pada jaringan sel-sel kulit. Dengan berkurangnya keaktifan kelenjar minyak dan meningkatnya kadar oksigen, maka secara otomatis bakteri P. Acne akan mati dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun juga.
     Tentunya tekhnik ini juga memiliki keunggulannya sendiri, yaitu memang secara nyata dapat membantu mempercepat proses pengeringan dan penyembuhan pada jerawat yang meradang. Hanya saja tekhnik ini tidak bisa mencegah munculnya jerawat baru.
2. MEMBERSIHKAN KULIT YANG KOTOR
     Tekhnik pengobatan ini adalah tekhnik kedua yang paling umum digunakan oleh kalangan medis dan dunia pengobatan tradisional. Secara rasional banyak pihak yang meyakini bahwa penyebab utama jerawat adalah tersumbatnya pori-pori kulit oleh kotoran (debu, sisa make up, minyak yang dihasilkan kulit, dll). Diasumsikan bahwa dengan tersumbatnya pori-pori kulit, maka bakteri P. Acne akan terjebak di dalam kelenjar minyak, mengalami kekurangan oksigen dan akhirnya membuat kulit meradang dan berjerawat. Pada umumnya sabun-sabun khusus pembersih wajah memiliki kandungan anti bakteri di dalamnya. sehingga selain membersihkan, sabun ini juga berfungsi untuk membunuh bakteri
     Cara pengobatan ini memang ada benarnya, karena jika kotoran terlalu banyak menumpuk di kulit, maka tentunya akan menimbulkan banyak efek negatif. Namun demikian bagi para penderita jerawat parah tentunya sudah memiliki pengetahuan, bahwa proses penyembuhan dan pencegahan munculnya jerawat tidaklah sesederhana hanya dengan menjaga kulit tetap bersih. Bahkan menurut hasil penelitian medis terbaru, mencuci wajah terlalu sering (di atas 3 kali sehari), dapat memperparah proses penyebaran peradangan jerawat pada lapisan kulit di sekitarnya.
     Tekhnik ini jika dilakukan secara tepat memang dapat membantu proses penyembuhan dan pencegahan jerawat baru. Namun selama faktor pencetus utamanya belum dibereskan, yaitu kondisi kulit yang mendukung kehidupan bakteri P. Acne masih ada, maka jerawat pun pasti akan tetap muncul sebersih apapun anda menjaga kulit anda.
3. DIET KETAT / DIET SEHAT
     Tekhnik ini banyak diterapkan khususnya di bawah tahun 80-an, baik di kalangan medis maupun pengobatan tradisional. Bahkan telah terbentuk persepsi yang luas pada masyarakat umum bahwa sumber penyebab utama timbulnya jerawat adalah karena mengkonsumsi makanan-makanan yang berkadar lemak tinggi. Misalnya mengkonsumsi kacang-kacangan, susu, coklat, telur, gorengan, dan lain sebagainya. Minyak yang terdapat dalam makanan-makanan tersebut diyakini akan berubah menjadi minyak pada kulit, yang akan memperparah kondisi jerawat. Untuk mengatasinya penderita jerawat diharuskan untuk berpantang memakan semua makanan “berminyak” tersebut. Kalau perlu menjadi vegetarian murni yang hanya makan sayur dan buah-buahan saja.
     Banyak orang yang telah menjadi vegetarian demi kesembuhan jerawatnya. Banyak juga yang tidak menjadi vegetarian, tapi pantang memakan segala jenis makanan yang dipercaya dapat menimbulkan jerawat. Jika anda pernah mencoba tekhnik ini, tentu anda telah mengetahui bahwa cara ini tidak terlalu efektif dalam mencegah maupun mengurangi tumbuhnya jerawat.
     Kegagalan ini diakibatkan karena anggapan bahwa minyak pada makanan tertentu akan menambah jumlah dan kadar minyak di kulit ternyata hanyalah mitos belaka. Minyak pada makanan memang akan diserap oleh tubuh dan bisa menimbulkan penyakit seperti kegemukan serta kolestrol, dll. Namun minyak tersebut tidaklah serta merta berubah menjadi minyak pada kulit.
     Jumlah minyak yang berlebih pada kulit merupakan faktor yang dicetuskan oleh gen seseorang. Jika anda memang memiliki gen kulit berminyak, biarpun setiap hari anda hanya makan makanan sehat yang direbus, kadar minyak di kulit anda akan tetap banyak. Sedangkan bagi orang yang memiliki gen kulit kering, biarpun setiap hari dia meminum minyak goreng dan minyak kambing, kulitnya akan tetap kering.
     Anggapan bahwa makanan tertentu dapat menimbulkan reaksi alergi berupa timbulnya jerawat pada kulit juga tidak sepenuhnya benar. Menurut penelitian medis terbaru, tidak ada hubungan yang signifikan antara mengkonsumsi makanan tertentu dengan timbulnya jerawat. Reaksi alergi yang ditimbulkan dari makanan biasanya berupa ruam dan gatal pada kulit. Misalnya jika seseorang alergi pada telur, maka begitu dia mengkonsumsi telur, maka kulitnya bisa mengalami gatal-gatal yang sangat luar biasa. Sebaliknya jika dia tidak mengkonsumsi telur, maka tidak akan terjadi apa-apa pada tubuhnya. Sementara para penderita jerawat, biarpun tidak mengkonsumsi makanan bersifat allergen, jerawat akan tetap muncul pada kulitnya.
     Jika anda merasa sangat curiga bahwa anda menderita alergi, karena setiap mengkonsumsi makanan tertentu jerawat selalu muncul, anda dapat melakukan tes alergi di laboratorium. Tes tersebut dilakukan dengan sangat objektif, yaitu dengan menusuk kulit di tangan anda sehingga terbentuk beberapa gumpalan darah. Tiap gumpalan darah akan diberikan zat-zat tertentu. Jika sebuah gumpalan darah bereaksi dengan suatu zat, berarti tubuh anda memang alergi terhadap semua makanan yang mengandung zat tersebut.
     Namun jika ternyata dari hasil tes tersebut ternyata tidak ada reaksi alergi apapun, maka penyebab alergi yang anda derita disebabkan dari pikiran (psikosomatik). Reaksi alergi dapat terjadi karena anda sangat meyakini bahwa suatu makanan tertentu akan menimbulkan reaksi alergi pada diri anda. Dengan keyakinan yang sangat kuat ini, maka setiap anda memakan makanan tersebut, akan muncul emosi ketakutan yang sangat kuat dalam diri anda.






BAB 3
RAHASIA PENGOBATAN JERAWAT

Rahasia Pertama
“Apa yang difokuskan oleh pikiran secara terus menerus akan terwujud ke dunia nyata”.
    Rahasia pertama ini adalah dasar utama dari keberhasilan seluruh pengobatan jerawat. Jika Anda konsisten menjalankan rahasia pertama ini, maka hanya dalam waktu 1 minggu saja, jerawat Anda pasti akan berkurang minimal sebanyak 70%, bahkan tanpa obat apapun juga. Tanpa mempraktekkan rahasia pertama ini, maka apapun metode pengobatan yang Anda gunakan, tidak akan berpengaruh banyak terhadap kesehatan kulit Anda.
     Untuk memahami mengenai rahasia pertama, silahkan Anda membaca kisah di bawah ini dengan seksama.
“Milton Erickson, salah satu tokoh paling disegani dan dipandang otoritatif di dunia hypnosis, pernah didatangi oleh seorang ibu yang bertanya apakah jerawat bisa disembuhkan dengan hypnosis. Ia menanyakan hal itu karena semua obat dan dokter kulit yang bisa ditemui sudah dicoba dan jerawat anaknya tetap tumbuh begitu banyak. Di zaman itu, obat jerawat dan teknologi belum secanggih sekarang. Karena sang ibu dan anaknya hendak bepergian untuk liburan musim dingin, Erickson hanya berpesan kepada mereka untuk tidak membawa cermin dalam bentuk apapun. Bahkan saat sampai di hotel, mereka diminta untuk menyingkirkan semua cermin yang ada. Cermin kecil di tas make up sang ibu juga tidak boleh dibawa…..Merekapun bermain ski di pegunungan dengan asyik dan menuruti saran tersebut. beberapa minggu, setelah kembali dari liburan, Erickson menerima kabar dari sang ibu bahwa jerawat baru anaknya sudah tidak lagi tumbuh.”
     Dalam kisah nyata di atas, dapat kita simpulkan, bahwa sumber kekuatan utama yang dapat memunculkan dan menghilangkan jerawat adalah “Pikiran” kita sendiri. Pikiran memiliki energi yang sangat besar, sehingga mampu mewujudkan segala sesuatu yang diberikan fokus perhatian. Pikiran memiliki kekuatan “magnetis”, yang akan menarik keadaan yang memiliki gelombang sesuai dengan yang dipancarkannya. Jika kita senantiasa berfokus pada penyakit yang kita derita, maka secara otomatis pikiran akan memancarkan gelombang magnetis yang akan menarik penyakit tersebut pada tubuh kita.
     Dalam paket ini, Anda dapat menemukan bonus berupa DVD dengan judul “The Secret”, yang akan menjelaskan tentang konsep “Hukum Tarik Menarik”. Dimana pikiran akan menarik segala sesuatu yang dipancarkannya. Besarnya kekuatan tarikan ini sangat dipengaruhi oleh emosi yang muncul. Emosi baik akan ditandai dengan perasaan enak, nyaman dan bahagia dalam diri Anda, sebaliknya emosi negatif akan memunculkan perasaan tidak nyaman, tidak enak hati, ketakutan, kebencian, serta berbagai macam emosi-emosi buruk lainnya.
     Dalam DVD ini Anda akan mempelajari bahwa untuk memiliki tubuh yang sehat, Anda harus senantiasa memfokuskan pikiran pada kesehatan, atau dengan kata lain jangan memfokuskan pikiran Anda pada sakit yang tengah Anda derita. Dengan tidak memfokuskan pikiran Anda ke arah penyakit, maka penyakit tersebut akan kehilangan energi, dan perlahan namun pasti akan segera mati, musnah, dan lenyap dari keberadaan tubuh Anda.
     Pernahkan Anda merenungkan, benda apakah yang paling setia menemani hari-hari ketika jerawat sedang merajalela di kulit Anda? Jawabannya tentu adalah “cermin”.
     Saat baru bangun tidur, seperti digerakkan oleh suatu kekuatan tak kasat mata, Anda akan segera berjalan kearah cermin untuk memeriksa kondisi jerawat Anda, apakah sudah mulai membaik atau belum. Hal yang paling sering terjadi adalah, kondisinya semakin parah, atau paling tidak sama dengan kemarin saat Anda hendak pergi tidur. Lalu Anda akan mulai merasa senewen, dan coba tebak apa yang akan terjadi kemudian. Karena Anda mengawali pagi dengan pikiran yang sangat negatif, maka sisa hari yang Anda jalani pun akan segera terisi penuh dengan berbagai macam hal-hal negatif pula.
     Saat Anda hendak berangkat menuju sekolah ataupun tempat kerja, cermin adalah tujuan utama sebelum melangkah keluar dari pintu rumah. Di dalam tas pun telah tersedia cermin mini yang berguna untuk memantau perkembangan jerawat di sekolah atau tempat kerja. Pulang beraktivitas Anda akan segera berlari menuju ke cermin lagi. Saat tengah mandi cermin lagi. saat hendak berkencan cermin dulu. Dan saat menjelang tidur bergaya dihadapan cermin.
“Cermin ajaib, coba katakan siapa yang paling cantik di kerajaan ini?”. Cermin ajaib menjawab, “yang jelas bukan Anda.”
“Cermin tidak pernah berbohong.”
     Wajah Anda penuh dengan jerawat, ini adalah suatu fakta. Apakah dengan bercermin maka jerawat Anda akan sembuh? “tidak” tentu saja. Lalu mengapa Anda masih terus bercermin sepanjang hari? Apa yang ingin Anda buktikan pada diri Anda sendiri?
     Perhatikanlah, bercermin tidak akan menyembuhkan jerawat Anda, sebaliknya, aktivitas ini justru akan memperparah jerawat yang Anda derita. Mengapa hal ini dapat terjadi? Karena ketika sedang bercermin, maka kita cenderung akan memfokuskan pikiran kita kepada jerawat, komedo, cacat, serta segala hal-hal yang tidak kita sukai di wajah kita. Fokus ini akan mengakibatkan munculnya perasaan-perasaan negatif dalam hati kita.
     Saat dulu ketika jerawat saya tengah parah-parahnya, saya berkali-kali mengunjungi beberapa dokter spesialis kulit. Para dokter memiliki kesimpulan yang sama, bahwa jerawat parah merupakan penyakit genetis, namun dipicu oleh stress. Artinya sekalipun kita mewarisi gen jerawat dari orang tua kita, namun jika kita mampu untuk mengelola tingkat stress dalam diri kita, maka penyakit jerawat kita pun akan cenderung tidak aktif dan tidak dapat berkembang.
     Melalui pengalaman selama bertahun-tahun, saya sangat memahami sumber stress dapat berasal dari dua arah, yaitu dari luar dan dari dalam diri kita. Stressor yang berasal dari luar biasanya tidak bisa kita kendalikan. Misalnya, stress karena sedang menghadapi ujian, stress akibat tekanan di pekerjaan, stress akibat konflik dengan keluarga, dll. Stressor dari luar ini cukup berperan dalam proses munculnya jerawat. Namun sebenarnya pada akhirnya stressor dari luar hanya akan mempengaruhi kita jika kita memberi makna yang negatif pada kejadian tersebut.
     Artinya pada akhirnya kita hanya akan menghadapi stressor yang berasal dari dalam saja, jika kita mampu mengatasinya maka kita akan cenderung sehat secara fisik dan mental. Sekalipun kita tidak dapat mengendalikan stressor yang berasal dari luar, namun kita memiliki kemampuan untuk mengelolanya. Kemampuan ini dapat dilatih dan dikembangkan oleh setiap orang.
     Jadi apa saja yang dapat dikategorikan sebagai stressor dari dalam yang dapat memperparah kondisi jerawat seseorang yang memiliki gen jerawat dalam dirinya? Diantaranya adalah:
1.      Ketidakmampuan dalam mengelola stressor dari luar.
2.      Ketidakmampuan dalam menerima perasaan-perasaan negatif yang muncul dalam diri.
3.      Ketidakmampuan dalam menerima kondisi / keadaan kulit yang berjerawat.
Secara singkat dapat digambarkan bahwa stress adalah ketidakmampuan dalam
     Dalam kaitannya dengan jerawat, stress yang sangat merusak dan akan memperparah munculnya jerawat adalah “ketidakmampuan dalam menerima kondisi / keadaan kulit yang berjerawat”.
     Semakin seseorang tidak dapat menerima kondisi kulitnya yang sensitif, tidak sempurna jika dibandingkan dengan orang lain, maka pikirannya akan semakin terfokus dengan keadaannya tersebut. ia akan mengalami stress yang sangat luar biasa beratnya akibat dari sikap Akibatnya adalah penyakit jerawat tersebut akan menjadi bertambah parah, karena mendapat suplai enegi dari fokus pikiran tersebut.
     Keadaan ini adalah sebuah lingkaran setan yang sangat sulit untuk diputuskan. Stress menimbulkan jerawat. Dan jerawat tersebut akan menimbulkan stress baru jika kita tidak mampu menerima kondisi tersebut. akhirnya stress akibat jerawat tersebut akan memperparah jerawat yang sudah ada, demikian seterusnya berlangsung, hingga kulit kita menjadi lahan yang subur bagi tumbuhnya jerawat. Sayangnya jerawat tidak bisa dipanen seperti kacang”,


    


Selasa, 09 Agustus 2011

Prediksi Togel Singapore Dengan Rumus Super Dahsyat



Selamat datang di Blog saya ini... saya harap anda akan menikmati setiap informasi yang saya berikan di sini. Melalui Blog ini saya akan memberikan pencerahan kepada pecinta Togel "Togeler Mania" di seluruh Indonesia.
 Saya akan memberikan tips2 yang sangat berguna untuk anda agar dapat memenangkan permainan togel dengan lebih sering dan lebih besar lagi.
Perlu dicatat bahwa tips2 dan informasi yang akan saya berikan dalam Blog ini adalah yang bersifat umum dan mendasar sebagai bekal untuk anda dalam melakukan permainan.
Sementara untuk Rumus Togel Singapore Pamungkasnya hanya akan saya ajarkan secara privat bagi yang benar2 serius dan berniat untuk mempelajarinya. Rumus Togel pamungkas temuan saya ini sudah teruji keakuratannya selama 7 tahun lebih. Dengan memainkan Rumusan ini dalam sebulan paling sedikit kita akan mendapatkan untung bersih Rp 2,5 juta… dan dapat dimaksimalkan hingga Rp 20 juta sampai tak terbatas…
Yang serius ingin mendapatkan Rumus Togel Singapore terdahsyat ini, silahkan kontak saya via sms di 087765118252.